Celengan Tutup Botol

Kaira (12m) senang sekali memasukkan uang receh ke dalam celengan infaq yang ada di rumah. Karena semua uang receh sudah masuk celengan infaq tersebut dan uangnya tidak bisa dikeluarkan oleh saya, maka saya buat sendiri celengan dari kaleng bekas. Karena riskan dengan koin receh bisa tertelan bayi maka saya gunakan saja tutup botol bekas. Jadi gampang banget kan persiapannya. Cukup sediakan kaleng bekas dan tutup botol bekas.

Buat slot segi empat (yang sesuai dengan diameter dan tinggi tutup botol) di tengah tutup kaleng. Udah, itu aja persiapannya, hahaha.

image

Kaleng bekas dan tutup botol

Aktivitas sederhana sekali tapi Kaira senang sekali maininnya. Tutup botolnya harus dikeluarkan lagi lalu dimasukkan lagi berkali-kali. Nanti mama siapkan more and more tutup botol ya, nak… Kegiatan ini bisa bermanfaat untuk melatih motorik halus dan daya konsentrasinya.

image

Jika Anak Tetangga Main dengan Anak Kita di Rumah

Suatu malam, sebuah grup (whatsapp) dari kumpulan alumni webinar HS (Homeschooling) usia dini sedang ramai. Malam itu, para member grup lagi pada ngomongin tentang anak kita bergaul dan bermain dengan anak tetangga. Memang hal ini bagus untuk sosialisasi anak kita, apalagi anak-anak itu cepat akrab walau baru kenal. Akan tetapi, sering terjadi sedikit kekhawatiran apabila anak tetangga melakukan hal-hal yang tidak tertib (atau nakal). Kita, orang tua, kuatir apabila anak kita meniru kenakalan anak tetangga, padahal kita udah capek-capek brainwash si anak untuk berperilaku baik. Nah, karena ada teman saya bercerita tentang kekesalannya melihat anak tetangga yang main dengan balitanya di rumahnya lalu si anak itu (padahal usianya lebih tua) merusak beberapa mainan dan sering masuk kamar orang tanpa permisi, jadi saya tanyakanlah untuk dapat masukan.

Me: ikut nimbrung.. ada temen cerita.. klo misal ada anak main k rmh.. trus dy misalny rusakin mainan yg bukan miliknya trus sering masuk kamar tanpa izin.. takutnya kan anak kita jd niru anak tetangga itu.. enakny klo gitu ksh tw gmn y? mgkn dy begitu krn meniru ortunya.. tp klo ksh tw ortuny kan jg ga enak

Yang kemudian dijawab oleh Mbak Lala (Mira Julia -pakar & praktisi HS) yang memberikan masukan kreatifnya. Saya tulis disini karena sebagai pengingat untuk diri saya nanti.

Mbak Lala ‬: Mb hanifah, mungkin bisa diajak main pura2.. Jadi kalau ke rumah tante pura2nya ke istana mainan (misalnya). Trus dia dikasih karcis. Sambil bilang. Di istana mainan boleh main apa saja tapi nggak boleh berantakan. Kalau tidak mengembalikan mainan nanti dapet kartu kuning. Kalau 3x kartu kuning dikasih kartu merah nggak boleh masuk lagi ke istana mainan. Kalau kejadian anak dapat kartu merah , maka langsung bilang “waa ada yg dapat kartu merah berarti istana mainan tutup”. Anak2 diminta keluar, tutup pintuhya. Trus ajak anak sendiri keluar dr rumah kemanaaa gt, jadi nggak seperti ngusir.

Mbak Lala : Ada perjanjian yg dapet kartu merah baru boleh main lagi kalau datang sama ibunya (justru menurutku gpp ibunya biar datang spy diceritakan ttg “aturan main”) kalau aku sih nggak sungkan ngomong sama orangtua krn kan maksudnya buat kepentingan sama2. Bukan menyatakan dia nakal, tp cm bilang aja bahwa ada aturan main ini..

Mbak Lala : Yg susah sih praktek di lapangan memang. Tp menurutku selama kita nggak pakai marah, hanya menjalankan aturan main biasanya orangtua anak tetangga nggak papa kok

Mbak Lala ‬: Trus bikin “peer pressure” dikit. Jadi kalau ada satu anak dapat kartu merah maka istana mainan langsung tutup sementara jadi yg lain kan merasa rugi nih gara2 si A. Jd di kemudian hari mereka saling mengingatkan spy nggak rugi semua

Mbak Lala ‬: Kalau aku biasanya nggak bisa ditawar tapi untuk mencairkan suasana aku melakukan hiburan lain. Misalnya kalau dalam kass tadi, istana mainan tutup tp anak2 yg nggak nakal diajak main ke taman. Di taman beli eskrim sambil diberikan pengertian bahwa ini terjadi karena ada aturan

Mbak Lala ‬: Atau kalau dalam kasus anak sendiri misal melanggar kesepakatan maka langsung berlaku konsekwensi. Tp kalau suasana mulai nggak enak, aku mulai cari hiburan lain misal ngajak main, bikin kue atau apa. Jadi konsekwensi (hukuman) jalan terus. Tp kalau kita nggak tega kita hibur disisi yg lain tp tidak mengurangi konsekwensi. Jd itu tegas tanpa emosi

Waaah, keren banget masukan mbak Lala ini. Saya masih harus banyak belajar. Jadi orang tua yang tegas namun tetap fun. Bikin aturan main yang tidak terkesan galak. Semoga praktiknya nanti bisa dan dipermudah. Amiiinnnn…

A Simple Activity to Make Your Baby Busy For a While

Mau makan atau mau masak atau mau cuci piring tapi disertai si bayi berdiri nempel ke tubuh kita sambil mewek-mewek? Hahahah.. well, semua ibu yang punya bayi kayaknya ngalamin pasti ya.. So, karena marahin bayi itu percuma dan gak solutif yaaa kita akalin aja. Cukup beri benda-benda yang bisa membuat dia sibuk sendiri beberapa saat sehingga kita bisa melakukan pekerjaan rumah tanpa diganggu oleh rengekan. Karena Kaira lagi doyan masukin benda-benda ke dalam wadah ya jadi saya sediain benda-benda di bawah ini saja.

image

Beberapa sendok, garpu, sedotan keras, botol dan tutupnya. Langsung deh si Kaira ini sibuk dengan benda-benda itu.

image

Masukin sendok-sendok ke dalam botol..

image

Memasangkan tutup dengan tempatnya..

image

Ini yang lucu, masukin sedotan lalu disedot deh. Hahahaa, apanya yang disedot nak?? 😀

Aktivitas yang melatih motorik halus ini sangat sederhana, mudah, dan tanpa persiapan, bukan?

Painting With Yoghurt

If painting with real paints are still too dangerous for baby or young toddler like Kaira (1y2d), who still put stuffs into her mouth, then let’s painting with consumable paint. I got the idea from the internet that yoghurt can be used for babies learning painting. Yoghurt is liquid and it’s white so what we need to do is just to add some food colouring into it then… voila! Just like a real paint but eatable, hahahah… Plus, it doesn’t take much effort, does it?

Let’s see how we did it..

I provided three cubes for three yoghurt with three different food colourings… oh yeah, and three spoons, too..

image

Then baby K started to hold the spoons and took them out from the cubes..

image

She even stood on her high chair while mixing the colours..

image

Then, tadaaaa…

image

The activity stopped because baby K was sleepy. She also used her fingers to paint, but my cellphone was in low battery so I couldn’t take picture of it. In this activity, we make an introduction of colours to our baby, colour mixing, baby also learns how to hold the spoon and how to dip. To decrease the mess, I spreaded used newspapers below the high chair. And yeah, I had to change baby K’s outfit after this activity, hahaha..

TV dan Anak?

Masih bingung dengan perlu atau tidaknya keberadaan TV di rumah saat ada anak atau jika tidak bisa tanpa TV, bagaimana mengaturnya agar kita bisa meminimasi dampak negatifnya pada anak? Coba simak pendapat dari beberapa orang tua di sebuah grup di bawah ini.

Apa kata beberapa orang tua tentang TV dan anak?

Ada yang cukup ekstrim memutuskan tidak memiliki TV sama sekali di rumah. Ada juga yang tetap memiliki TV tapi pemakaiannya dibatasi jika ada anak. Ada yang bilang untuk anak under 2Y maksimal 30 menit saja dan ada juga yang bilang maksimal 2 jam saja. Ada juga yang bilang ga pake batasan waktu. Orang tua tersebut mengakui memang sudah anti dengan channel TV Indonesia yang banyak gak bermutu itu tapi masih hobi nonton serial luar negeri dan film-film di HBO dan Fox Movies. Dan orang tua yang ketiga ini bilang anaknya paling hanya diputarkan channel Disney atau channel luar negeri lain yang edukatif saja, dan positifnya anaknya cepat bertanya dan menunjuk-nunjuk “apa itu? Apa itu?” ke objek di TV. Jadi menurut mereka tidak apa-apa nyetel TV asalkan didampingi oleh orang tua.

So, what about me?

Kalau saya dan suami sih memang juga masih hobi nonton serial luar negeri dan film di HBO atau Fox movies. Dan menurut saya channel anak seperti JimJam, acara Art Attack di Disney, dan acara2 di National Geographic (seperti Brain Games dan None of Above serta dokumenter lainnya) bisa bermanfaat nambah wawasan dan kreativitas orang tua serta sang anak. Jadi, saya lebih prefer untuk membatasi saja penggunaan TV, menghindari channel Indonesia, dan mendampingi anak saat menonton TV. Setiap orang tua tahu mana keputusan yang terbaik dan terbijak untuk anaknya. Kan kondisi setiap anak berbeda. Saat ini sih kalau saya di rumah sama Kaira yang masih 9 bulan ini pagi-sore saya sama sekali tidak menyetel TV. Ya mungkin nanti kalau Kaira sudah agak besar akan saya setel di waktu-waktu tertentu (jika ada acara Disney’s Art Attack misalkan). Kalau malam ketika ayahnya Kaira pulang kantor dan beristirahat baru deh TV biasanya disetel.

Silahkan menentukan kebijakan yang terbaik untuk keluarga Anda. Yang penting pastikan pendampingan orang tua selalu yaaaa…

Kaira’s Milestones

Saya merasa berdosa sekali telah meninggalkan blog ini kosong berbulan-bulan. Maaaaappp… Hehehe.. Yang terjadi adalah mood menulis yang hilang dan timbul serta bolak-balik sendiri di rumah rempong nyiapin makanan, nyuapin, dan segala macem. Yah, begitulah kalau ada bayi yang tidak bisa anteng.

Sekarang kaira sudah menginjak usia 9 bulan (jalan 10 bulan). Gak kerasa? Kata siapa itu. Kerasa banget. Soalnya saya kadang tidak sabar ingin melihat anak cepat tumbuh besar. Cepat bisa jalan, lari, dan sebagainya. Milestone yang telah Kaira capai cukup menggembirakan, karena setiap ulang bulan, pasti ada aja hal baru yang ia bisa lakukan.

Di usianya yang 6 bulan, Kaira berdiri sendiri pegangan pada meja (termotivasi melihat video Mothergoose Club yang waktu itu saya setel lewat HD External di TV).

image

Usia 7 bulan, Kaira mulai sedikit-sedikit merangkak tapi masih lebih senang merayap saat itu. Dan di usia 7 bulan juga, saya pertama kali mencoba memberi Kaira minum air putih dengan sedotan. Alhamdulillah langsung bisa tanpa diajarin, yaaayyy! Hebat ya kemampuan bayi itu. Lalu, di usia 8 bulan, Kaira mulai meninggalkan gerakan commando (merayap) – nya. Merangkak terus kesana kemari. Dan juga bisa menuruni kasur dengan gerakan mundur (kaki duluan yang turun instead of tangan). Usia 9 bulan awal, Kaira akhirnya duduk sendiri tanpa support! Big horeeeeee! Saya sangat menantikan kapan Kaira duduk, hahaha.. Soalnya heran aja, berdiri pegangan udah lancar kok duduk masih belum lancar. Ternyata ya memang milestone tiap bayi itu berbeda. Gak usah compare segala dengan bayi lain.

image

Melihat sendiri perkembangan bayi memang mengagumkan dan memuaskan hati. Saya senang tidak melewatkannya. I feel the contentment as watching them grow each day. That’s the beauty of being a mother. 🙂

Kaira si Sarjana ASI

Gak kerasa banget udah 6 bulan. Tepatnya tgl 26 November kemarin. Akkkhhiiirrrnnyyaaaa… Eh kerasa juga sih sebenarnya hehehe. Banget malah saking ga sabarnya menanti-nanti kaira menginjak 6 bulan. Apa artinya ini??? Artinyaaaa my Kaira has passed 6-months of Exclusive ASI!! Yayyyyy!! Jadi sekarang bisa dong ya eike pasang foto sertifikat yang eike dapat dari AIMI ASI ini. Proudly present that…

image

Alhamdulillah.. big thanks to all friends and families and relatives for the support. It’s now MPASI time!!! 😀

Manfaat Membacakan Dongeng pada Anak Sejak Dini

Menurut saya, membacakan dongeng pada anak memiliki banyak manfaat. Apa aja ya? Hmmm…

1. Anak dapat menambah banyak kosakata atau pembendaharaan kata baru. Makanya banyak yang menyarankan untuk membacakan dongeng sedini mungkin. Walaupun bayi kita belum begitu paham maksudnya, tapi otak bayi yang masih seperti kaset kosong mampu menyimpan banyak kosakata baru baginya.

2. Mengasah imajinasi anak. Bahkan orang dewasa pun akan berimajinasi setiap kali membaca buku cerita. Imajinasi anak-anak biasanya jauh lebih kreatif dan tak terhingga dibanding orang dewasa. Memangnya apa pentingnya imajinasi? Orang atau anak yang imajinatif adalah orang yang kreatif. Kreativitas sangat erat relasinya dengan tingkat kecerdasan seseorang. Maka dari itu, perlu sekali kita sebagai orang tua terus dan terus mengajak anak untuk berimajinasi dan berkreasi tanpa dibatasi.

3. Mempererat kedekatan antara orang tua dan anak. Terutama jika kegiatan ini dilakukan rutin setiap malam sebelum anak tidur.

4. Mengajak anak untuk mencintai buku sejak dini. Orang yang gemar membaca (sekarang gak cuma buku, tapi bisa berbagai sumber dari internet misalnya) biasanya memiliki wawasan luas. Tentu saya ingin sekali Kaira tumbuh menjadi salah satunya.

5. Membuat anak mempelajari hubungan sebab-akibat dan menyimpulkan cerita. Biasanya dalam dongeng, tersirat banyak makna yang dapat dipetik. Misal cerita Pinokio yang jika bohong maka hidugnya akan memanjang. Dari cerita itu, anak dapat menyimpulkan bahwa berbohong itu tidak baik dan tidak disukai. Makna-makna tersebut akan terekam dalam otaknya dan akan diaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Coba simak kata-kata sang genius terkenal yang bernama Albert Einstein berikut ini..

“If you want your children to be intelligent, read them fairy tales. If you want them to be more intelligent, read them more fairy tales. ”

Semangat bagi para orang tua untuk sering-sering membacakan dongeng pada si buah hati. 🙂

image

Kaira's reading princess fairy tales 😀

Prepare MPASI

Saat ini, saya sedang belajar mengenai MPASI (Makanan Penunjang ASI), karena Kaira sebentar lagi turning 6 months in less than 2 weeks. I am sooo excited! Saya masih gagap MPASI sekali. Jadi saya banyak tanya ke rekan-rekan Formasi (Forum Peduli ASI) Kaltim mengenai peralatan must have apa saja untuk membuat MPASI dan buku apa yang recommended untuk saya baca. Saya sudah menyiapkan blender, juice extractor, saringan, grinder serta feedernya. Kita lihat saja nanti mana yang paling efektif saya gunakan.

Saya juga direkomendasikan sebuah buku berjudul “Buku Super Lengkap : Makanan Bayi Sehat Alami” oleh Wied Harry Apriadji.

image

Buku Super Lengkap : Makanan Bayi sehat alami

Buku ini memang menurut saya sangat lengkap karena menyediakan mulai dari beragam resep MPASI, tips-tips jika bayi mogok makan atau diare (penyakit yang rawan dan sering muncul), panduan jadwal MPASI bayi dari 6 bulan up, peralatan apa yang dapat digunakan, hingga kandungan gizi dan saran-saran mengenai urutan MPASI yang sebaiknya diberikan kepada bayi. Semua itu terutama dengan mempertimbangkan kemampuan pencernaan bayi. Selain itu juga, sang penulis merupakan seseorang yang amat sangat pro-ASI, karena memang ASI lah yang terbaik untuk otak dan kesehatan semua bayi.

image

Contoh Menu Harian MPASI yang Diberikan

So i am so glad finding this book. It’s very useful and informative for newbie (if not dummy, hahaha) like me, hehe.. I so cannot wait to feed my baby with her first food. So cannot wait… 🙂

Memahami Arti Tangisan Bayi dengan Metode E.A.S.Y

Disclaimer : I’m not an expert, I’m just sharing these useful information I got from books

Para ibu baru mungkin mengalami hal yang sama menghadapi tangisan si kecil yang baru lahir. Bayi nangis kan gak selalu berarti lapar ya.. Baby cries can mean many things. Bisa karena capek, bosan, atau posisi kurang nyaman, atau ngantuk, dsb dsb. Ya wajar lah bayi nangis, karena hanya itu lah satu2nya bentuk komunikasi bayi. Jadi, gak perlu panik kalau bayi nangis. Anggap saja bayi sedang mencoba berbicara dengan kita dan kita tanggapi dengan tenang, bukan dengan kepanikan.

Nah, ada 1 metode yang saya apply agar saya bisa memahami arti tangisan bayi. Bukan, saya bukan seorang baby whisperer seperti Tracy Hogg yang saking tinggi jam terbangnya menghadapi mungkin sudah ribuan bayi, ia bisa membedakan beragam bunyi rengekan bayi dan mengenali jika rengekan seperti ini artinya bayinya capek or lapar. Saya belum secanggih itu, jam terbang saya masih minim sekali (ya secara baru anak pertama, hehe). Akan tetapi, Tracy Hogg memberi tahu cara basic yang bisa diterapkan oleh semua orang agar kita bisa tahu arti tangisan bayi. Bagaimana ya?

Anda pernah membaca buku Baby Whisperer yang ditulis oleh Tracy Hogg (with Melinda Blau) sendiri? Jika pernah, maka Anda pasti sudah mendengar mengenai E.A.S.Y. Jika belum, baiklah akan saya share secara umum ya. Bukunya sulit ditemukan di toko Gramedia Indonesia. Teman saya juga mencari di toko2 buku di Jogja dan tidak berhasil dapat. Saya juga minta teman carikan di Bandung juga gak dapet, online juga tidak tersedia. Akhirnya, suami saya memesankan 2 buku seperti di bawah ini melalui e-bay.

image

Books About Baby Whisperer

Yup, satu bukunya berjudul Baby Whisperer : Sleep (Secrets to Getting Your Baby to Sleep through the Night) dan satunya lagi Secrets of the Baby Whisperer : How to calm, connect, and communicate with your baby. Kedua buku ditulis oleh Tracy Hogg (with Melinda Blau). Secara umum kedua buku membahas metode E.A.S.Y, tapi di buku yang kedua saya sebutkan, juga membahas hal-hal lain berkaitan dengan pengasuhan anak. So, what is E.A.S.Y?

Let’s start from here…

Sebenarnya, tidak seperti orang dewasa, bayi lebih menyukai rutinitas. Semua serba teratur dan rutin dan repeated. Maka, buatlah bayi Anda menjalani setiap harinya dengan rutinitas umum yang sama. Rutinitas umumnya adalah: Makan (Eat) – Aktivitas (Activity) – Tidur (Sleep). Ketika bayi tidur, then itulah waktu Anda (You) sendiri untuk beristirahat atau melakukan apapun yang Anda mau. So, Eat-Activity-Sleep-You (EASY). Lalu setelah bangun tidur, bayi akan mengulang dari makan lagi. Seperti siklus. Dan memang hanya tiga itu saja kan yang bayi lakukan? Kita hanya membuatnya teratur setiap 2 jam (atau setiap 3-4 jam tergantung bayi Anda).

Lalu, apa hubungannya pengaturan rutinitas dengan mengenali arti tangisan bayi?

Okey jadi, jika bayi setiap harinya rutin seperti itu, maka jika bayi menangis pada jam-jam tertentu kita bisa memahami alasan kenapa dia menangis, apa yang dia coba sampaikan. Sebagai contoh, aktivitas harian bayi Anda seperti gambar di bawah ini:

image

Jika bayi Anda mengalami rutinitas seperti contoh di atas, semisal si kecil menangis pada sekitar jam 10.00 maka artinya ia lapar. Jika ia menangis sekitar jam 11.30 artinya ia ngantuk ingin tidur. Atau ketika jam 11.00 tiba2 nangis berarti bisa berarti karena wet diaper atau bosan, tinggal dicek, yang jelas hampir pasti bukan karena lapar atau ngantuk. Tracy Hoggs said that E.A.S.Y isn’t necessarily easy, but it works! And yes, she’s right! It works for me and Kaira.

How do I apply this into real?

Saya hanya menerapkan rutinitas setiap 2 jamnya saja, dengan rangkaian yang persis sama. Tapi, mulai dari jam berapanya yang fleksibel buat saya. Misal Kaira bangun jam 8 ya berarti jam-jam nyusunya adalah jam 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, lalu tidur sekitar jam 20.30 atau 21 tergantung ngantuknya Kaira. Kalau Kaira baru benar2 bangun jam 9 pagi ya dimulai dari jam 9, tapi setiap 2 jamnya sama. Ketika baru lahir, memang sebaiknya jangan dibuat rutinitas ini dulu. Susui kapanpun bayi mau. Menurut Tracy Hoggs sendiri, EASY ini efektif ketika bayi mulai menginjak usia 6 minggu. Jadi, memang awalnya agak sulit. Tapi, cuma perlu sekitar 3-5 hari aja kok untuk mengajarkan rutinitas ini pada bayi, selanjutnya bayi akan bisa mengikuti polanya. Misal Kaira menyusu jam 10, biasanya jam 11 sudah merengek2 sambil mengucek2 mata yang artinya ia ngantuk, maka saya gendong sampai ia tertidur. Percayalah, bayi itu pintar, jadi menjelang jam 12, Kaira biasanya secara otomatis akan bangun dan merengek artinya ia lapar/haus. Amazing, bukan?

Dengan begitu, selain bisa melihat arti tangisan bayi dengan memperhatikan waktunya, kita juga bisa mempelajari gelagat2 khas bayi ketika menangis. Ya seperti tadi, jika Kaira ngantuk, nangisnya sambil ngucek2 mata, dan lain sebagainya. It does works! Ini juga memudahkan pengasuhnya ketika saya meninggalkan Kaira bekerja selama 1,5 bulan. Pengasuhnya menjadi ikut tahu polanya Kaira dan bisa menanganinya dengan mudah.

Menurut saya, manfaat metode E.A.S.Y ini antara lain:
1. Memudahkan komunikasi antara ibu dan bayi.
2. Anak bisa belajar percaya (trust) pada sang ibu karena sang ibu bisa memahami apa yang ia coba sampaikan. Tidak ada miskomunikasi, hehehe..
3. Sang ibu bisa me-manage waktu untuk dirinya sendiri.
4. Untuk ibu yang bekerja, bisa mengetahui persis berapa botol ASIP yang harus ia sediakan selama bayi ditinggal kerja.

Untuk lebih lengkap dan detailnya, misal mengenai masalah2 apa saja yang dihadapi ketika menerapkannya, atau aktivitas apa saja yang termasuk Activity time nya bayi, atau panduan untuk memulai EASY pada bayi Anda, bisa dibaca di kedua buku tersebut. Or you can ask me, feel free to ask.. 😀

Kedua buku ini amat sangat saya rekomendasikan dibaca sebelum melahirkan. Very useful and trust me, it works.