Her First Word?

I forgot when exactly Kaira started to talk. Well, “talk” in baby language which I’m pretty sure really sound like Tagalog language (hahaha), but she hadn’t understand yet the meaning, of course. She said “ma,ma” without referring me as “mama”. So, I think, her first word that she understands the meaning is the word “baba” which means “bye bye”. Baby K (13m) now says “baba” while waving her hands. We (Kaira’s parents) actually taught her saying “dadah” and wave goodbye. But she seems like “baba” more than “dadah”, following her favourite kid songs that sang by “Mothergoose Club”. I can’t wait to hear another words coming out from your mouth, baby..

Kaira’s Milestones

Saya merasa berdosa sekali telah meninggalkan blog ini kosong berbulan-bulan. Maaaaappp… Hehehe.. Yang terjadi adalah mood menulis yang hilang dan timbul serta bolak-balik sendiri di rumah rempong nyiapin makanan, nyuapin, dan segala macem. Yah, begitulah kalau ada bayi yang tidak bisa anteng.

Sekarang kaira sudah menginjak usia 9 bulan (jalan 10 bulan). Gak kerasa? Kata siapa itu. Kerasa banget. Soalnya saya kadang tidak sabar ingin melihat anak cepat tumbuh besar. Cepat bisa jalan, lari, dan sebagainya. Milestone yang telah Kaira capai cukup menggembirakan, karena setiap ulang bulan, pasti ada aja hal baru yang ia bisa lakukan.

Di usianya yang 6 bulan, Kaira berdiri sendiri pegangan pada meja (termotivasi melihat video Mothergoose Club yang waktu itu saya setel lewat HD External di TV).

image

Usia 7 bulan, Kaira mulai sedikit-sedikit merangkak tapi masih lebih senang merayap saat itu. Dan di usia 7 bulan juga, saya pertama kali mencoba memberi Kaira minum air putih dengan sedotan. Alhamdulillah langsung bisa tanpa diajarin, yaaayyy! Hebat ya kemampuan bayi itu. Lalu, di usia 8 bulan, Kaira mulai meninggalkan gerakan commando (merayap) – nya. Merangkak terus kesana kemari. Dan juga bisa menuruni kasur dengan gerakan mundur (kaki duluan yang turun instead of tangan). Usia 9 bulan awal, Kaira akhirnya duduk sendiri tanpa support! Big horeeeeee! Saya sangat menantikan kapan Kaira duduk, hahaha.. Soalnya heran aja, berdiri pegangan udah lancar kok duduk masih belum lancar. Ternyata ya memang milestone tiap bayi itu berbeda. Gak usah compare segala dengan bayi lain.

image

Melihat sendiri perkembangan bayi memang mengagumkan dan memuaskan hati. Saya senang tidak melewatkannya. I feel the contentment as watching them grow each day. That’s the beauty of being a mother. 🙂

Kaira si Sarjana ASI

Gak kerasa banget udah 6 bulan. Tepatnya tgl 26 November kemarin. Akkkhhiiirrrnnyyaaaa… Eh kerasa juga sih sebenarnya hehehe. Banget malah saking ga sabarnya menanti-nanti kaira menginjak 6 bulan. Apa artinya ini??? Artinyaaaa my Kaira has passed 6-months of Exclusive ASI!! Yayyyyy!! Jadi sekarang bisa dong ya eike pasang foto sertifikat yang eike dapat dari AIMI ASI ini. Proudly present that…

image

Alhamdulillah.. big thanks to all friends and families and relatives for the support. It’s now MPASI time!!! 😀

Capture the Best Moments

Kalau punya bayi, yang namanya hape (berkamera) memang jangan jauh2 dari jangkauan tangan. Bukaaann, bukan untuk sibuk mainin hape ketika sedang fokus sama anak kokkk…  Bisa2 anak ngamuk kalau gitu, hahahaha… Tapi buat saya, untuk mengabadikan ekspresi2 yang begitu priceless dari anak saya. Beruntunglah hape saya ini memiliki kamera yang cukup canggih dalam meng-capture cepat dan edit2 sehingga bisa menonjolkan ekspresi anak. Berikut ekspresi2 tak tertahankan dari Kaira yang saya capture bulan ini…

image

image

image

image

image

I love you, my girl..
Very much.
Never ever leave you,
I promise…

Kebiasaan Bayi Menjilat Barang

Jalan 5 bulan. Kaira sudah pandai merayap seperti tentara saja, berguling2, mengambil mainan dengan satu atau kedua tangannya, dan tertawa2 bermain cilukba. Satu kebiasaan yang juga pasti dialami semua bayi di usia segini : memasukkan semua benda ke dalam mulutnya. Gak cuma jari2 tangannya, ya mainan, ya boneka, sampe kasur dan lantai pun ia ingin jilat2. Pokoknya semua yang ia lihat ingin ia jilat. Hal ini wajar karena indera perasa bayi saat ini lebih sensitif dibandingkan dengan indera perabanya. Awalnya terasa ngenes liat anak jilat2 dan masukin barang2 ke dalam mulutnya. Takut si bayi kemasukan kuman, kotoran, dan teman2nya sehingga bisa diare. Tapi percuma dilarang, bayi kan punya tingkat keingintahuan yang tinggi. Jika kita larang2, nanti jadi terekam di otaknya bahwa ia tidak bisa menggali rasa keingintahuannya dengan sendirinya. Saya ingin melatih sejak bayi bahwa keingintahuan itu bagus dan anak harus dibebaskan untuk mencari tahu segala hal sendiri. Selain itu, saya rasa bagus untuk perkembangan motoriknya karena dia bebas bergerak kemana saja mengejar barang2 yang ingin ia pegang dan jilat. Maka saya biarkan Kaira menjilat2. Supaya aman? Ya pastikan semua barang yang ada di sekitar dia itu bersih, bukan benda tajam, dan bukan benda kecil yang dapat masuk seluruhnya ke mulut yang bisa bikin bayi tersedak. Jauhkan semua benda2 tajam dan tidak aman tersebut dari pandangan dia. Jika bayi terlanjur sudah mendekati sesuatu yang diragukan kebersihan dan keamanannya, tetap sebisa mungkin jangan larang bayi. Coba alihkan perhatian bayi dengan mainan lain yang lebih aman sehingga ia mendekati mainan yang aman tersebut.

Jangan lupa, sebelum memutuskan untuk membeli suatu mainan, cek label mainan apakah mainan tersebut aman dan diperuntukkan untuk usia bayi saat itu. Semoga bermanfaat yaaa.. Cheers…

2 Bulan Kaira Sudah Bisa Apa Saja?

Today Kaira turns 2 months. Dua bulan Kaira sudah bertambah 1,6 kg dari berat baru lahirnya. Yak, Kaira sekarang 5,1 kg di usianya yang 2 bulan. Bulan pertama terasa berat. Setiap malam begadang, pipis tiada henti, masih sering nangis, ditambah saya masih dalam masa pemulihan pasca melahirkan (trust me, pascalahiran itu lebih gak enak dari hamil). Saat hamil, beberapa referensi tentang bayi sudah saya baca. Teori dimana-mana memang lebih mudah dari praktiknya yaaaa, hehehe.. Tapi referensi2 itu sangat membantu dalam kesiapan mental saya menghadapi bayi agar selalu tetap tenang dan tidak panik. Alhasil saya tidak pernah tuh merasakan sindrom baby blues, Alhamdulillah..

Perkembangan Kaira selama 2 bulan ini memang ya belum banyak2 amat tapi cukup membuat kita bangga dan gembira. Kaira sudah bisa menatap fokus pada benda-benda yang menarik perhatiannya (terutama pada benda2 yang bergerak atau berputar2 di atasnya) dan orang2 yang di sekitarnya. Ada yang bilang mata Kaira terlihat tajam, ada juga yang bilang mata (pandangan) Kaira bukan seperti mata bayi baru lahir (newborn) tapi lebih seperti mata seorang bayi 6 bulan yang sudah bisa melihat jelas. Yang jelas, Kaira senang sekali memandang benda-benda baru di matanya. Saking senangnya, kepalanya senang sekali mendongak dan seringkali anteng tiap kali kami ajak jalan2 keluar.

Kaira sudah bisa tersenyum dan tertawa. Seringkali tanpa suara tapi beberapa kali di 2 minggu terakhir ini, kami mendengar dia bersuara saat tertawa. Ia tersenyum dan tertawa setiap kali diajak ngobrol. Hahaha, entah dia mengerti atau tidak apa yang kami katakan tapi setiap kali mendengar Kaira tertawa, kami makin semangat mengajaknya ngobrol.

Mengoceh? Ya, Kaira sudah mulai mengoceh. Kaira belum bisa menggunakan bibir dan lidahnya untuk bicara. Setiap kosakata ocehannya masih seperti berasal dari tenggorokan. Kami ajak bicara aja terus supaya dia bisa mengeluarkan ocehan yang baru. Selain ocehan, teriakan2 pendek lah yang ia keluarkan. Gak sabaaar rasanya ingin dengar Kaira nyebut kata “mama” atau “papa”, hehe…

Kalau tengkurap? Normally bayi bisa tengkurap di usianya ke-3 or 4 bulan setelah lehernya tegak (sudah bisa angkat kepala). Kaira belum bisa menegakkan kepalanya, tapi sudah sering kami lihat Kaira sedikit2 mengangkat kepalanya sendiri tanda lehernya sudah mulai kuat sejak usianya sebulan. Tapiiiii… believe it or not, Kaira 2 minggu lalu (usianya masih 1,5 bulan waktu itu), tengkurap sendiri (tanpa bantuan siapapun) di kasurnya! Dua kali. Ayahnya Kaira yang melihatnya, saya beluuummm, hiks3x.. Kaira pagi itu tampak agak kesal setelah bangun pagi (mungkin lapar atau haus sementara saya masih mandi) jadi dia mulai merengek2 sambil menggerak2an seluruh badannya hingga akhirnya dengan kekuatan kakinya, ia tengkurap. Karena belum bisa angkat kepala, bagaikan kecoa saja, Kaira tentu belum bisa balik badan lagi, sehingga ia nangis keras.  Ayahnya mendekat untuk membalikkan badannya dan ia justru makin ngamuk dan tak lama kemudian tengkurep lagi. Uwawww, Subhanallah nyaaa.. Setelah hari itu, Kaira belum berhasil tengkurep lagi sih. Tapi ya jadi lebih waspada, takut tiba2 Kaira tengkurap dengan sendirinya tanpa sepenglihatan kami, karena lehernya belum bisa tegak.

Hahaha, melihat setiap perkembangan bayi sendiri memang menyenangkan ya. That’s why I want to record every important development of my baby. Apakah ini yang namanya euforia bayi baru? Hehe.. but I think I will feel this euforia everyday, even bigger each day.. :D.

image