TV dan Anak?

Masih bingung dengan perlu atau tidaknya keberadaan TV di rumah saat ada anak atau jika tidak bisa tanpa TV, bagaimana mengaturnya agar kita bisa meminimasi dampak negatifnya pada anak? Coba simak pendapat dari beberapa orang tua di sebuah grup di bawah ini.

Apa kata beberapa orang tua tentang TV dan anak?

Ada yang cukup ekstrim memutuskan tidak memiliki TV sama sekali di rumah. Ada juga yang tetap memiliki TV tapi pemakaiannya dibatasi jika ada anak. Ada yang bilang untuk anak under 2Y maksimal 30 menit saja dan ada juga yang bilang maksimal 2 jam saja. Ada juga yang bilang ga pake batasan waktu. Orang tua tersebut mengakui memang sudah anti dengan channel TV Indonesia yang banyak gak bermutu itu tapi masih hobi nonton serial luar negeri dan film-film di HBO dan Fox Movies. Dan orang tua yang ketiga ini bilang anaknya paling hanya diputarkan channel Disney atau channel luar negeri lain yang edukatif saja, dan positifnya anaknya cepat bertanya dan menunjuk-nunjuk “apa itu? Apa itu?” ke objek di TV. Jadi menurut mereka tidak apa-apa nyetel TV asalkan didampingi oleh orang tua.

So, what about me?

Kalau saya dan suami sih memang juga masih hobi nonton serial luar negeri dan film di HBO atau Fox movies. Dan menurut saya channel anak seperti JimJam, acara Art Attack di Disney, dan acara2 di National Geographic (seperti Brain Games dan None of Above serta dokumenter lainnya) bisa bermanfaat nambah wawasan dan kreativitas orang tua serta sang anak. Jadi, saya lebih prefer untuk membatasi saja penggunaan TV, menghindari channel Indonesia, dan mendampingi anak saat menonton TV. Setiap orang tua tahu mana keputusan yang terbaik dan terbijak untuk anaknya. Kan kondisi setiap anak berbeda. Saat ini sih kalau saya di rumah sama Kaira yang masih 9 bulan ini pagi-sore saya sama sekali tidak menyetel TV. Ya mungkin nanti kalau Kaira sudah agak besar akan saya setel di waktu-waktu tertentu (jika ada acara Disney’s Art Attack misalkan). Kalau malam ketika ayahnya Kaira pulang kantor dan beristirahat baru deh TV biasanya disetel.

Silahkan menentukan kebijakan yang terbaik untuk keluarga Anda. Yang penting pastikan pendampingan orang tua selalu yaaaa…

Kaira’s Milestones

Saya merasa berdosa sekali telah meninggalkan blog ini kosong berbulan-bulan. Maaaaappp… Hehehe.. Yang terjadi adalah mood menulis yang hilang dan timbul serta bolak-balik sendiri di rumah rempong nyiapin makanan, nyuapin, dan segala macem. Yah, begitulah kalau ada bayi yang tidak bisa anteng.

Sekarang kaira sudah menginjak usia 9 bulan (jalan 10 bulan). Gak kerasa? Kata siapa itu. Kerasa banget. Soalnya saya kadang tidak sabar ingin melihat anak cepat tumbuh besar. Cepat bisa jalan, lari, dan sebagainya. Milestone yang telah Kaira capai cukup menggembirakan, karena setiap ulang bulan, pasti ada aja hal baru yang ia bisa lakukan.

Di usianya yang 6 bulan, Kaira berdiri sendiri pegangan pada meja (termotivasi melihat video Mothergoose Club yang waktu itu saya setel lewat HD External di TV).

image

Usia 7 bulan, Kaira mulai sedikit-sedikit merangkak tapi masih lebih senang merayap saat itu. Dan di usia 7 bulan juga, saya pertama kali mencoba memberi Kaira minum air putih dengan sedotan. Alhamdulillah langsung bisa tanpa diajarin, yaaayyy! Hebat ya kemampuan bayi itu. Lalu, di usia 8 bulan, Kaira mulai meninggalkan gerakan commando (merayap) – nya. Merangkak terus kesana kemari. Dan juga bisa menuruni kasur dengan gerakan mundur (kaki duluan yang turun instead of tangan). Usia 9 bulan awal, Kaira akhirnya duduk sendiri tanpa support! Big horeeeeee! Saya sangat menantikan kapan Kaira duduk, hahaha.. Soalnya heran aja, berdiri pegangan udah lancar kok duduk masih belum lancar. Ternyata ya memang milestone tiap bayi itu berbeda. Gak usah compare segala dengan bayi lain.

image

Melihat sendiri perkembangan bayi memang mengagumkan dan memuaskan hati. Saya senang tidak melewatkannya. I feel the contentment as watching them grow each day. That’s the beauty of being a mother. 🙂