ASI Eksklusif untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Adalah sebuah mitos bahwa ibu yang sedang flu disarankan untuk tidak menyusui bayinya dikarenakan bayi akan tertular virus flu dari ASI nya. Justru, sebaliknya, ibu harus tetap menyusui si kecil. Kenapa? Karena….

Tahu di dalam ASI itu terkandung apa saja? Di setiap tetes ASI itu, terdapat jutaan sel darah putih (leukosit) yang membentuk antibodi untuk membantu bayi terhindar dari segala macam penyakit dan infeksi. Tentunya dengan catatan, bayinya diberi ASI eksklusif, tanpa sedikit pun susu formula. Antibodi dalam tubuh bayi justru telah terbentuk sebelum ibu terserang virus flu tersebut. Jadi bahkan sebelum ibu mulai merasakan gejala flu, antibodi sudah terbentuk dan tersalur lewat ASI ke bayi kita. Untuk mengurangi risiko tertular, tetap susui si kecil dengan menggunakan masker.

Saya beberapa hari lalu baru merasakan gejala pilek dan batuk berdahak. Sebagai ibu baru yang memiliki bayi berusia 3 bulan, saya sedikit waswas. Saya pun langsung menanyakan teman saya yang sesama ibu menyusui, minta saran obat flu dan batuk apa yang aman untuk ibu menyusui, karena tentu seperti kita masih hamil, jangan minum obat sembarangan, takutnya berdampak negatif pada bayi kita atau produksi ASI kita. Teman saya menyarankan obat herbal Silex, tanpa antibiotik, bisa dibeli di apotek. Tapi, berhubung saya orangnya sedikit panikan, to be more sure, saya pergi ke dokter. Dokter memberi saya obat Anadex, Epexol, dan Amoxiclav sebagai antibiotik. Menurut dokter tersebut aman untuk saya dan bayi. But my husband wanted to be more sure by asking his doctor friend about the safety of the medicines for me and baby. Dari hasil diskusi by phone, teman kami tersebut tidak menyarankan untuk mengkonsumsi Anadex itu, karena mengandung Dextromethorphan yang amannya untuk bayi usia 2 tahun up (padahal dokter yang kami kunjungi sudah menanyakan berapa usia anak saya). Sementara Epexolnya justru sebenarnya untuk batuk tidak berdahak. Maka, ketika saya memaparkan bahwa pilek saya masih jernih dan encer (belum yang parah kental dan berwarna), serta batuknya masih belum parah juga, saya disarankan sebaiknya perbanyak istirahat saja dan konsumsi vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan virusnya. Jadilah, saya hanya konsumsi Vitamin C dan susu (merk) beruang dan banyakin istirahat.

Alhamdulillahnya, 2 hari kemudian sudah feeling much better dan my 3 months old baby, Kaira, so far belum tertular flu sedikit pun. Semua berkat ASI Eksklusif. Beda oleh cerita teman-teman saya yang bayinya yang berusia 2 bulan dan bayi usia 3 minggu sudah tertular flu dengan mudahnya dari orang tuanya, dikarenakan ASI nya tidak eksklusif. Jadi, para bunda, jika akan memikirkan untuk ingin memberikan susu formula pada si kecil, pikirkan sekali lagi. Bunda tidak ingin anaknya gampang sakit di kemudian hari kan? Jika anak sakit, pasti rasanya lebih baik kitanya saja yang sakit toh? ASI adalah obat alami dari segala macam penyakit, percayalah. 😉

Advertisements

One thought on “ASI Eksklusif untuk Daya Tahan Tubuh Anak

  1. Terima kasih mba atas sarannya.. Akhirnya berobat kali ini tidak saya minum obatnya.. Jd lebih memilih vitamin c dan banyak istirahat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s