Talk With (Not To) Your Baby

Maksudnya? Apa bedanya? Ya beda dong yaa.. Talk with your baby, not just talk to your baby. Berbicaralah dengan bayi Anda secara 2 arah, sejak hari pertama bayi Anda lahir. Bayi itu pintar, mungkin bayi memang belum begitu memahami perkataan kita, juga belum memiliki pendengaran yang sempurna. Tapi, bayi merupakan pengamat dan perasa nomor satu di dunia. Ketika kita berbicara dengannya, ia akan mengamati ekspresi kita dan bisa merasakan emosi kita. Ia hanya belum tahu bagaimana menanggapi balik lawan bicaranya. Makanya, dengan kita ajak bicaralah ia belajar menanggapi. Ketika pendengarannya mulai berfungsi makin baik, ia mendengar tapi belum memahami makna perkataan kita. Tapiiii, kata2 yang keluar dari mulut kita akan terekam di otaknya, kemudian akan menjadi sebuah database kosakata di otaknya. Dari situlah ia akan belajar berbicara, tertawa, dan banyak hal.

image

Kaira pays attention to her father talking with her

Ajaklah bayi kita berbicara sejak dini. Bicara seakan-akan ia menanggapi balik. Justru sesungguhnya bayi sejak dalam rahim sudah menanggapi balik loh perkataan kita. Dalam rahim, ia menanggapi dengan gerakan. Ketika lahir, bayi menanggapi dengan kefokusannya memperhatikan kita, lalu dengan senyuman, dengan tawa, dengan ocehan, hingga dengan kata2 ketika ia mulai bisa bicara. Bayangkan diri kita sebagai bayi yang baru lahir ke dunia yang totally baru buat kita. Kita pasti bingung setengah mati, bukan? Kita akan perlu penjelasan bukan? Dari siapa lagi yang menjelaskan, kalau bukan kita sebagai orang tuanya?

Sejak Kaira lahir, saya jadi rajin sekali ngoceh depan Kaira. Menanyakan apa yang ia suka, apa yang ia mau, kenapa ia suka sesuatu, hingga membuat sendiri sebuah percakapan dua arah sambil menggendongnya. Setiap ganti popok, agar ia lebih tenang, selalu saya jelaskan setiap tindakan yang saya lakukan padanya. Dalam tanda kutip, meminta izin untuk melakukan setiap tindakan padanya, seperti “mama mau ganti popok Kaira sekarang ya, basah nih (sambil memegang popok basah yang ia kenakan), mama lepas dulu ya celananya. Mama angkat ya kaki Kaira”. Begitu juga ketika mandi, setiap kita gendong. Beri penjelasan pada bayi kita. Always respect her/him as a human being (not just as a baby) that needs understanding and explanation.

Dalam usianya yang waktu itu masih sebulan, Kaira selalu senang jika diajak ngobrol. Ia menanggapi dengan senyuman, tawa, terkadang ocehan. Always happy seeing her happy like that. Dan sejak usia 1 bulan juga, saya mulai membacakan dongeng buat Kaira setiap malam. You feel it weird? Reading a book in front of a baby who doesn’t even understand a word yet? Don’t feel weird. Menurut ahli parenting, makin dini membacakan dongeng atau cerita untuk bayi, makin bagus. Iya, ia memang belum paham, tapi ingat, ia bisa mendengar dan mampu merekam kosakata2 yang kita keluarkan, jadi bisa memicu perkembangannya untuk cepat berbicara. Bacakanlah dongeng dan anggaplah ia mengerti, ciptakan percakapan 2 arah ketika membaca dongeng bersama bayi kita.

Percayalah, yang awal2 terasa aneh, pasti lama-kelamaan akan terbiasa. Baby is a very fast learner. And from whom do they learn? From us, their parents. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s